Tampilkan postingan dengan label Sentuhan Pena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sentuhan Pena. Tampilkan semua postingan
Apa yang tidak pernah, bukan berarti

Apa yang tidak pernah, bukan berarti

10/09/2016 Add Comment

Apa yang tidak pernah tersampaikan oleh kata-kata
Bukan berarti dia tidak pernah tersampaikan
Apa yang tidak pernah dituliskan oleh huruf-huruf
Bukan berarti dia tidak pernah dituliskan

Apa yang tidak pernah dikirimkan lewat pak pos, mamang kurir,atau sekadar angin, perantara bulan purnama, bintang-gemintang
Maka bukan berarti dia tidak pernah dikirimkan
Apa yang tidak pernah dihamparkan di atas rumput menghijau,di atas halaman sekolah, atau sekadar di langit-langit kamar
Maka bukan berarti dia tidak pernah terhamparkan.

Wahai, boleh jadi sungguh hal itu telah disampaikan, oleh kerling mata
Boleh jadi sungguh sudah dituliskan, lewat gesture wajah
Mungkin saja sudah dikirimkan, melalui simbol-simbol laksana simbol asap suku pedalaman
Dan bahkan telah dihamparkan melalui semuanya, segalanya

Tidakkah kau mengerti?
Sungguh, apa yang tidak pernah dibisikkan oleh mulut kita
Bukan berarti dia tidak pernah dipanjatkan
Dipanjatkan lewat doa-doa, lewat diam, lewat keheningan hati yang terhormat.
Maka menjalin tinggi ke atas sana
Menunggu jawaban yang pasti dan melegakan hati.
Tidak akan merugi bagi yang paham.

( Tere Liye )
Angin, Hujan dan Sakit Hati

Angin, Hujan dan Sakit Hati

10/09/2016 Add Comment

Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya.
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas.
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang

Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan

Hujan memberi kabar bagi para pujangga
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya
Begitulah kehidupan.
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya

Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati

Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita
Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana

Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh,
kita adalah manusia‬……

( Credit : Satrio W )
Jangan Menyerah, Teruslah Berusaha!

Jangan Menyerah, Teruslah Berusaha!

5/17/2016 Add Comment

Jangan Menyerah, Teruslah Berusaha!

Jangan menyerah, teruslah berusaha! Itulah kiranya makna dari sebuah tulisan yang pernah aku baca sekitar 5 tahun yang lalu. Tulisan yang hingga saat ini menjadi sebuah prinsip baku bagiku. Dalam makna lain selalu kami artikan: “Jika engkau berani memulai, maka engkau harus berani bertahan dan berusaha.” Makna yang begitu berharga di mata kami hingga saat ini.

Sahabatku, perjuangan ini bukanlah hal kecil dan bukan hal mudah. Tidaklah seseorang akan kuat dan bertahan dalam perjuangan ini kecuali dia harus benar-benar yakin akan janji Allah dan yakin akan kebangkitan Islam ini. Perjuangan ini penuh rintangan dan cobaan yang pasti akan menimpa. Ibarat filosofi tumbuhan padi, semakin berisi akan semakin menunduk. Semakin seseorang berilmu maka ia akan semakin tawadhu (tidak sombong). Kebaikan dan kemuliaan yang ada pada keduanya itu adalah hasil dari usaha keras yang dilakukan, perlu kesabaran dan jalan yang panjang.

Padi tidak begitu saja ia berisi kemudian menunduk, lalu setelah itu ia berubah menjadi beras. Ia harus bertahan dan bersabar dalam perjuangannya menempuh itu semua. Waktu berjalan sekitar 4 bulan, ia harus terus berusaha mengisi dan menguatkan dirinya dengan pupuk dan gizi-gizi untuk pertumbuhannya. Ia harus terus bertahan dan melawan hama-hama yang datang. Ia bersabar dari tikus-tikus penggigit dan bersabar dari hama rumput-rumput parasit yang tumbuh untuk menggerogoti daerah perjuangannya. Suatu perjuangan yang begitu berat dan panjang bagi padi. Namun dengannya ia bersabar, tidak menyerah dan terus berusaha tumbuh berkembang dengan segala usaha dan perjuangannya. Sehingga setelah berlalu itu semua, jadilah padi sebagai tumbuhan penting yang menjadi makanan pokok untuk kita, tanpanya seakan manusia tidak mampu hidup. Manfaat yang sungguh luar biasa dari tumbuhan padi. Ya, padi yang hanya sekedar tumbuhan, tidak akan ada nilainya dibanding kita sebagai manusia hamba Allah.

Begitu pula dengan pejuangan kita ini. Untuk menuju sebuah kemuliaan dan kesuksesan diperlukan usaha, kesabaran dan waktu yang panjang. Kesuksesan diri, organisasi dan perjuangan ini harus dipupuk dan dipelihara dengan pupuk ilmu, akhlaq dan keyakinan yang membuahkan Tauhid serta tekad perjuangan membaja. Ilmu Islam yang bersumber dari Allah dan Rasul-Nya, ilmu yang akan menjadikan pribadi tawadhu, beramal sesuai sunnah dan bermua’amalah mulia yang dapat diterima semua kalangan.

Pribadi dan organisasi yang sukses juga perlu memelihara perjuangannya dengan menghadapi dan melawan seluruh bentuk rintangan dan cobaan. Harus sabar dari cibiran manusia, harus sabar dari ketidakpedulian manusia akan dakwah ini, dan harus teguh dalam melakukan perlawanan terhadap semua makar dan tipu daya musuh. Maka Insya Allah, kemuliaan dari Allah akan kita dapatkan. Kebangkitan Islam dan peradaban mulia akan terbit di semua penjuru dunia. Ini adalah janji bagi para pejuangNya. Insya Allah bi idznillaah.

Pribadi dan organisasi yang tangguh akan tetap muncul dan lantang menyerukan kebenaran. Mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela dan tidak menjadi tumpul atas serangan musuh-musuh dakwah. Allah Ta’ala Berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan Mendatangkan suatu kaum, Dia Mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang Diberikan-Nya kepada siapa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. Al Maidah: 54)

Di tengah kerusakan manusia zaman ini, kita harus teguh bangkit mengusung perubahan dan mengangkat panji kemuliaan islam. Di tengah dahsyatnya propaganda kaum kafir Yahudi dan Nasrani menyerang Islam, kita harus semakin yakin untuk nampak ke permukaan, mengemban amanah Ilahi, mendakwahkan Islam dan menyerang balik propaganda musuh laknatullah ‘alaihim. Maka ditengah perjuangan yang begitu besar dan mulia ini, tidak mudah bagi kita menyusuri jalan-jalan perjuangannya. Akan penuh dengan halang dan rintangan, penuh isyarat dan teka-teki, ibarat sebuah labirin yang membingungkan. Perjuangan ini begitu berat untuk kita lalui.
Namun yakinlah sahabat, di ujung usaha kita ada di akhirat sana. Allah telah mempersiapkan pahala dan balasan yang banyak serta tidak bisa dibandingkan dengan dunia dan seisinya. Bahkan tak jarang Allah akan memberikan hadiahnya kepada kita di tengah perjuangan suci ini. Allah-lah yang Maha Kuasa, yang  Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ulama bijak berkata: Al Jazaau min jinsil ‘amal, balasan itu sesuai usaha yang dilakukan.” Semakin besar usaha yang dilakukan maka semakin besar pula balasan kebaikan yang akan didapat.
Sahabat, jalan perjuangan ini begitu panjang. Suatu saat kita akan menemui banyak rintangan dan cobaan, maka bersabarlah. Suatu saat musuh akan menyerang, maka bertahan dan lawanlah! Begitu seterusnya. Maka hal terbaik yang harus kita lakukan adalah bersabar, tidak pantang menyerah dan terus berusaha. Mungkin saja diantara kita ada yang keluarganya tidak suka dengan perjuangan ini, mungkin saja sekolah kita kurang simpati dan mendukung perjuangan yang sedang kita rintis ini. Namun bersabarlah wahai sabahat, karena ini semua adalah rintangan, jalan yang sesungguhnya akan menguatkan kita, akan mengantarkan kita pada kesempurnaan tekad dan akan mendudukan kita di puncak perjuangan ini. Ya Rabb, betapa indah Rngkau ciptakan skenario ini, sebuah rahasia yang ada telah menjadikan kami yakin untuk terus berusaha mencari dan mendapatkannya.

Kesabaran inilah sebagai wasiat besar dari Allah dan rasul-Nya, karena dengan kesabaran kemenangan dan kesuksesan akan semakin dekat. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)

Perjuangan ini tidaklah berbatas waktu. Hanya dengan terhentinya waktulah langkah-langkah perjuangan kita akan terhenti. Dan hanya dengan nyawalah jaminan kita dalam mengusung perjuangan menuju kebangkitan Islam ini.
Jika suatu saat engkau merasa sempit di jalan ini, segeralah mendekat pada Allah Sang Maha Lapang. Jika suatu saat engkau merasa lemah dalam usaha ini, segeralah sholat malam memohon petunjuk serta kekuatan dari  Allah Sang Maha Kuasa. Dan jika suatu saat cobaan perjuangan ini semakin hebat, segeralah  bermunajat padaNya, lalu eratkan ukhuwah untuk bersama menguatkan usaha dan kesabaran dalam menghadapi segala cobaan yang ada.

Laa tahzan innallaaha ma’ana (jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita). Insya allah, Allah bersama kita dan pertolongan Allah itu dekat. Bersabarlah, jangan menyerah dan tetap berusaha, karena engkau adalah pemuda harapan umat. Pemuda mulia yang sedang mengemban amanah besar, rela menapaki hidup dalam kerasnya perjuangan, rela meninggalkan kesenangan dunia yang sementara, rela meninggalkan budaya hidup mewah yang justru kebanyakan pemuda zaman sekarang berebut diatas kehinaan tersebut. Engkaulah pemuda luar biasa yang rela berkorban di jalan Allah, sebesar apapun resikonya. Karena bagimu hidup ini mulia dan mati syahid adalah cita-citamu tertinggi.

Never give up, keep fight! Allahu Akbar!
Penulis adalah seorang santri Ma'had Aliy di Ponpes Darul Wahyain, Magetan Jawa Timur dan Dewan Pembina Ikatan Pelajar Pecinta Syariat Islam (IPPSIS)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *