Tampilkan postingan dengan label Berita Islam Dan Dunia Persyarikatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Islam Dan Dunia Persyarikatan. Tampilkan semua postingan

IPM, OKP Terbaik Nasional

10/26/2016 Add Comment

Pemberian penghargaan OKP Berprestasi 2015 kepada PW IPM se-Indonesia
Jakarta-Selama periode 2014-2016, Pimpinan Pusat IPM tiga kali mengikuti pemilihan OKP Berprestasi dari Kemenpora; Tahun 2015 IPM mendapat Peringkat I dalam ajang Penghargaan Pemuda Indonesia dengan program Sociopreneurship melalui metode seleksi - pemilihan menggunakan people voice dan Peringkat I dalam ajang Pemilihan OKP Berprestasi Piala Soegondo Djojopuspito dengan program Book On The Street.

Penghargaan Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi Nasional 2016 kembali diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora RI). 10 OKP masuk dalam babak final penilaian Penghargaan OKP Terbaik Nasional, dengan IPM menjadi salah satu diantaranya. Pengumuman pemenang OKP Terbaik Nasional dilaksanakan pada Senin (25/10) di Gedung Kemenpora RI.

Tahun ini dengan segala perjuangan dan persiapan yang matang, PP IPM mengajukan program Indonesian Youthpreneur Movement (IYM) yang menjadi penyokong gerakan literasi, pendidikan, konservasi ekologi, kebencanaan dan dakwah, IYM sudah dilaksanakan lebih dari dua tahun oleh IPM. Tetapi juri menetapkan PP IPM sebagai juara ke 3 dalam pemilihan setelah melakukan seleksi administrasi, verifikasi faktual dan presentasi. Sedangkan pada posisi pertama ditetapkan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dengan program Rumah Ramah Pelajar dan Perempuan dan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dengan program Rakernas dan Papua Mengajar pada posisi kedua.

Hasil penilaian diumumkan oleh dewan juri yang terdiri dari Maria Yohana Esti Wijayanti (Ketua, Komisi X DPR RI F-PDIP), Sanusi (Sekretaris, Kemenpora RI), Rachmat HS (Anggota, Ketua Pemuda Betawi), Yaqut Cholil Qoumas (Anggota, Ketua Umum GP Ansor), dan Indra Jaya Piliang (Anggota, Pengamat Politik - Partai Golkar). Pada hasil penilaian yang diumumkan, IPPNU meraih nilai 285, PMKRI meraih nilai 280, dan IPM meraih nilai 277. Posisi Juara Harapan I dan II masing-masing diisi oleh Kopri PMII dengan nilai 270 dan CIMSA dengan nilai 266.

Usai pengumuman OKP Berprestasi Nasional, Ketua Umum PP IPM, M. Khoirul Huda menanggapi hasil penilaian. Huda menyampaikan, "Tidak seperti dua penghargaan sebelumnya, untuk tahun 2016 kami tidak mengetahui kriteria apa saja yang menjadi standar penilaian dan berapa skor untuk masing-masing kriteria penilaian, karena memang tidak diumumkan secara rinci dan transparan kepada peserta penghargaan. Cenderung kontradiktif dengan tahun lalu yang sangat terbuka." 

Huda menambahkan, "Pendaftaran kali ini yang sejatinya ditutup tanggal 15, diperpanjang hingga tanggal 20 dengan alasan pendaftar yang membludak. Belakangan alasan tersebut kontradiktif dengan pernyataan juri saat pembukaan yang menyatakan jumlah pendaftar sedikit. Selain itu juga ada OKP yang ketuanya melampaui usia 30 tahun (tidak sesuai dengan syarat usia OKP) tetapi tetap masuk 10 besar. Kami sangat kagum dengan presentasinya KOPRI PMII dan CIMSA yang sangat apik menyajikan data program yang sudah mereka laksanakan. Tentunya, selamat kepada para pemenang dan terimakasih kepada segenap pihak dalam penghargaan ini."

Berikut bahan presentasi PP IPM dalam Penghargaan OKP Berprestasi Nasional 2016;
Bagaimanapun, IPM dengan gerakan yang menyentuh basis masa se-Indonesia dan didukung dengan kondisi administrasi yang mumpuni telah menyajikan semua data dengan valid dan akuntabel. Terimakasih kepada kader IPM dan alumni yang memberi dukungan tiada henti. Ayo terus belajar, beramal, dan berkarya. Jayalah IPM! (nab)

Sumber : www.ipm.or.id



Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 6 Juni 2016

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 6 Juni 2016

6/04/2016 Add Comment
Petugas menggunakan teropong guna melihat posisisi bulan untuk menentukan awal Ramadhan.  (Idii-online.com)
Petugas menggunakan teropong guna melihat posisisi bulan untuk menentukan awal Ramadhan. (Idii-online.com)
 Berdasarkan hasil hisab hakik wujudul hilal , PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1437 Hijriah (H)  jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016 Masehi (M). Sedangkan 1 Syawal 1434 H jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016 M. Dan 1 Zulhijah 1437 H jatuh pada Sabtu, 3 September 2016 M.
Ketetapan tersebut disampaikan langsung  oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (18/4/2016).”Karena itu saya berharap masyarakat bisa meningkatkan nilai keIslaman memasuki ramadhan tahun ini,” ujar Haedar, sebagaimana dilansir republika.co.id
Menurut dia, Ramadhan menjadi momentum untuk terus meningkatkan diri dalam beribadah dan hubungan sosial dengan sesama masyarakat.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Faturrahman menjelaskan, ijtimak jelang Ramadhan 1437 H terjadi pada Ahad Legi, 5 Juni 2016 Masehi pukul 10:01:51 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu bulan berada di atas ufuk. “Karenanya 1 Ramadhan di tetapkan jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016,” katanya.

Ijtimak jelang Syawal 1437 H terjadi pada Senin, 4 Juli 2016 pukul 18:03:20 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta dan seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu bukan berada di bawah ufuk. 1 Syawal di tetapkan jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016.
Sedangkan ijtimak jelang Zulhijah 1437 H terjadi ada Kamis, 1 September 2016 pukul 16:05:40 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta dan seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu bulan berada d bawah ufuk. 1 Zulhijah ditetapkan jatuh pada Sabtu, 3 September 2016. Sedangkan hai Arafah (9 Zulhijah) jatuh pada Ahad, 11 September 2016 dan Idul Adha (10 Zulhijah) jatuh pada Senin, 12 September 2016.

Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengatakan, kemungkinan awal puasa dan 1 syawal di Indonesia akan bersamaan. “InsyaAlloh dengan melihat hasil hisab ini kemungkinan tidak akan ada perbedaan awal puasa dan syawal di Indonesia,” katanya.

Pada penetapan ramadhan 1436 H, tidak ada perbedaan antara pemerintah dengan ormas-ormas islam.
Keputusan awal Ramadhan tersebut diambil setelah Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama sepakat bahwa ijtima’ menjelang awal Ramadhan terjadi pada Selasa tanggal 16 Juni 2015 sekitar pukul 21:05 WIB, bertepatan dengan tanggal 29 Sya’ban 1436 H. Sedangkan posisi hilal setelah terbenam matahari di seluruh Indonesia pada hari tersebut berada pada ketinggian antara minus 3 derajat 43 menit sampai dengan minus 1 derajat 47 menit. Data ini juga diperkuat oleh laporan dari 35 titik pengamatan hilal di seluruh Indonesia yang telah melaporkan seluruhnya tidak melihat hilal.

“Dengan demikian kita bersepakat bahwa 1 Ramadhan 1436 bertepatan pada Kamis, 18 Juni 2015 Mendatang” tegas Menag, dalam laman kemenag.go.id
Sidang Itsbat Penetapan Awal Ramadhan 1436 H digelar tertutup untuk umum, pelaksanaan Sidang Itsbat berlangsung sangat singkat karena tidak ada perbedaan antara data hisab wujudul hilal dengan rukyatul hilal. Hasil Ketetapan Sidang Itsbat disampaikan oleh Menteri Agama dalam Konferensi Pers bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin di lobby Gedung Kementerian Agama.  (sbb/dakwatuna)

Din Syamsuddin: Bubarkan Densus 88, Tuntut ke Pengadilan HAM

4/04/2016 Add Comment

Jakarta (SI Online) – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. DR. M. Din Syamsuddin, MA mengecam keras tindakan semena-mena Densus 88 terhadap terduga teroris Siyono.
Siyono meregang nyawa secara mengenaskan di tangan pasukan elit anti teror. Din menegaskan, apa yang dilakukan oknum Densus ini tidak mencerminkan profesionalisme dalam penegakan hukum. Bahkan, Din menyebut tidak akan selamat hidup oknum Densus 88 yang telah bertindak sebagai “malaikat pencabut nyawa”.
“Oknum-oknum Densus seperti ini tidak akan selamat hidupnya, (karena) telah mengambil alih tugas Allah yang Maha Pencipta, tidak selamat hidupnya dunia akherat. Tidak hanya dia, keluarganya juga,” tegas Din di Jakarta, Senin (4/4/2016).
Mantan Ketua MUI Pusat itu mendukung pemberantasan terorisme, namun cara yang dilakukan oleh pasukan elit yang dilatih oleh Australia ini menurutnya salah besar. Apa yang dilakukan Densus 88 ini justru malah makin melanggengkan terorisme.
“Ini pukulan bagi pemerintah. Tidak perlu mengambil langkah-langkah yang membela diri. Tanya saja pada hati nurani, betul tidak cara-cara seperti itu. Tidak benar itu, membunuh orang lain, sangat laknat di hadapan Allah,” ucapnya.
Dia bahkan merekomendasikan agar Densus 88 dibubarkan, atau dituntut ke Mahkamah Hak Asasi Manusia untuk mempertanggungjawabkan nyawa yang melayang di tangan mereka. Cara penanggulangan terorisme menurutnya harus diubah, agar tidak membabi buta seperti sekarang ini.
“Densus 88 ini jelas melanggar HAM, saya mendukung bila perlu tuntut Densus 88 ke Mahkamah HAM,” katanya.
Muhammadiyah sendiri, sebagai kuasa hukum Suratmi, istri Siyono, telah berkomitmen membantu Suratmi hingga memperoleh keadilan. Din menyampaikan, kalaupun Suratmi terpaksa angkat kaki dari kampung halamannya lantaran diusir oleh Kepala Desa setempat, Muhammadiyah siap memberikan rumah baru untuk Suratmi tinggal bersama anak-anaknya.
“Pimpinan pusat Muhammadiyah, sudah membantu Suratmi, kalau terpaksa terusir, ulah dari pamong yang tidak masuk akal, terprovokasi hasutan-hasutan pihak tertentu, Muhammadiyah akan membantu, menyediakan rumah baru di tempat lain,” tandasnya.

red: adhila
sumber: suara-islam.com – Rabu, 06/04/2016

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *